Oleh: rio Santoso | Januari 6, 2009

Untuk Rasa dan Arti Kesehatan

Ini cuplikan dari Dr. Olaf Mickelson, Former President dari American Institute of Nutrition…

Bahwa lebih penting untuk mendapatkan asupan air minum yang cukup dibanding kecukupan akan kebutuhan asupan kalori. Air minum sebaiknya bebas dari bau dan rasa yang tidak sedap sebagai upaya untuk memastikan seseorang akan memenuhi kebutuhan dirinya.

Kenapa air murni lebih sehat untuk dikonsumsi?

Pada dasarnya kita semua terkena mineral dan bahan-bahan kimia beracun (toxic) yang kita dapati dari udara dan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Air adalah satu-satunya cara untuk membuang racun-racun ini dari dalam tubuh. Dimulai dengan menggunakan air yang lebih murni, karena kemampuannya yang lebih besar untuk mengambil dan membersihkan benda-benda beracun dari tubuh kita. 1

Kenapa anak-anak perlu mengkonsumsi air murni?

Sistem imunitas dan detoksifikasi anak-anak masih dalam tahap pengembangan hingga masa remaja. Adanya asupan bahan-bahan kimia beracun (walau dalam jumlah kecil) atau kandungan timah pada air minum di masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko penyakit degeneratif dan kelainan kinerja organ dimasa mendatang. Karena banyak sistem pertahanan (tubuh) yang krusial untuk melindungi tubuh bagi orang dewasa dari penyakit dan polutan tidak sempurna dikemangkan selama masa kanak-kanak, maka mereka menjadi lebih sensitif terhadap benda-benda asing.

Seorang anak mengkonsumsi air minum 3 kali lebih banyak per berat badan dibandingkan orang dewasa, berarti mereka akan rentan untuk terkontaminasi polutan dengan dosis yang lebih besar. Sehingga tubuh mereka tumbuh lebih sensitif. 2

Padahal, standar kesehatan yang mengatur jumlah atau level polutan yang diijinkan untuk konsumsi air minum semua berdasarkan kemampuan imbas terhadap orang dewasa.

Kenapa air denga TDS tinggi tidak diinginkan atau berbahaya?

- Karena akan terasa getir, asin, terasa seperti terlarut logam, dan memiliki bau yang tidak sedap

- Air dengan TDS tinggi kurang bisa mengurangi rasa haus.

- Air dengan TDS tinggi mempengaruhi rasa makanan dan minuman, sehingga mengurangi selera makan.

- Air dengan TDS tinggi dapat saja terkandung mineral-mineral berbahaya seperti nitrat, sodium, sulfat, barium, cadmium, tembaga, dan florid.

- Jika seseorang minum 2 gelas air per hari, maka jika ditotal selama 70 tahun hidupnya orang tersebut mengkonsumsi 4500 galon air. Jika air itu bukan air murni, dari 4500 galon ini mengandung 200-300 pound batuan yang tubuh tidak perlukan. Kebanyakan akan dibuang melalui saluran ekskresi. Tapi, sebagian akan tinggal di dalam tubuh, dan akan mengakibatkan kekakuan sambungan persendian, pengerasan arteri, batu ginjal, penyumbatan arteri, dan kaliper mikroskopik dan mengalir keseluruh tubuh. 3

Apakah kita butuh mineral dari air minum kita?

Mineral Anorganik

Dipercaya bahwa air mineral membantu tubuh untuk proses metabolisme. Namun, ada pembuktian ilmiah yang menyarankan bahwa kebanyakan dari mineral ini berbentuk anorganik (“benda mati”). Yang saat mereka masuk ke dalam sirkulasi tubuh, mereka tidak dapat digunakan pada proses fisik pembentukan sel-sel tubuh.

Jadi, mineral pada air hanyalah memberikan mineral-mineral “mati” atau anorganik yang tidak dapat diasimilasi.

Semua mineral anorganik ini justru hanya mengganggu tubuh kita. 4

Tubuh memerlukan mineral yang banyak ditemukan di makanan, BUKAN AIR MINUM. -The American Medical Journal.

Faktanya: Mineral organik dari air sumur hanya 1% dari seluruh mineral yang terkandung di air.

Satu gelas jus jeruk mengandung lebih banyak mineral bermanfaat dibanding dengan 30 galon air sumur yang belum diolah.

Organik, atau mineral Bioavailable

Setelah mineral-mineral ini mampu menembus akar tanaman, mineral-mineral anorganik menjadi mineral organik (melalui proses fotosintesis) dan dapat diasimilasi tubuh kita sebagai mineral organik.

Air murni menghilangkan endapan mineral-mineral anorganik dari dalam tubuh.

Melihat bahwa banyak mineral dan nutrisi organik yang lebih mudah diasimilasi yang dari makanan, maka bisa di bayangkan seperti mana yang lebih enak? makan satu sendok tanah atau sebuah wortel? atau minum satu bathtub air tapi ternyata hanya dapat sedikit calcium dianding segelas susu?

Semoga artikel diatas bermanfaat.

SOURCES:

1. Waterwarning.com (Charles Strand)
2. Ibid
3. “Water can undermine your health,” by Norm W. Walker
4. “Your water and Your Health,” by Dr. Allen E. Banik with Carlson Wade

5. TDS meter

About these ads

Responses

  1. [...] 1| Rasa/Kesehatan [...]

  2. saya mahasiswa di kalimantan timur khusus kutai timur, masyarakat disini sngatlah membutuhkan air bersih. untuk itu saya sangatlah membutuhkan pencerahan tentang water treatment. termasuk bahan2 untuk membuat alat water treatment. Mohondapat pencerahannya untuk dapat saya aplikasikan ke amayrakat kalimantan timur khususnya kutai timur.

  3. water treatment dengan pembuatan manual akan kurang memadai hasilnya. Bahan-bahan untuk membuat water treatment banyak tersedia di pasaran, baik yang sederhana hingga kompleks, tergantung hasil akhir yang diinginkan. Atau, dengan langsung membeli mesin water treatment..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: